Kunjungan Paus Fransiskus Ke IrakPaus Fransiskus menyumpahi produsen senjata serta infiltran sebab menjual senjata pada teroris. Atasan Gereja Katolik Roma membagikan pendapat itu pada Rabu( 10 atau 3 atau 2021), cuma selang sebagian hari berakhir kunjungannya baru- baru ini ke Irak. Walaupun banyak menemukan peringatan saat sebelum kunjungannya ke Irak, Ia berterus terang berlega hati senantiasa dapat melaksanakan kunjungan yang bebas dari atensi para pendahulunya.

Kunjungan Paus Fransiskus Ke Irak

Kunjungan Paus Fransiskus Ke Irak
kompas.com

madrid11 – Paus ke- 266 itu melukiskan ekspedisi itu selaku” ciri impian sehabis bertahun- tahun perang, terorisme, serta sepanjang endemi yang akut” untuk pemeluk Katolik serta Mukmin. ” Orang Irak mempunyai hak buat hidup rukun, mereka mempunyai hak buat menciptakan kembali martabatnya,” tuturnya dalam audiensi mingguan Vatikan, yang diadakan dengan cara online sebab Covid- 19. Sehabis 18 tahun agresi AS ke Irak, negeri Timur Tengah itu sedang hadapi salah rawat yang parah diperparah dengan penggelapan.

Baca juga : 15 Perbandingan Agama Kristen Serta Katolik Yang Sangat Mendasar

Sedangkan tingkatan kekerasannya normal besar, dampak kejadian yang kerap berhubungan dengan kompetisi antara Iran serta Amerika Sindikat( AS) di area itu. Pada Minggu( 7 atau 3 atau 2021), Paus yang berumur 84 tahun memandang reruntuhan rumah serta gereja di utara kota Mosul yang diduduki oleh ISIS dari 2014 sampai 2017.

” Serta aku menanya pada diri aku sendiri( sepanjang ekspedisi), siapa yang menjual senjata pada teroris?, siapa yang menjual senjata pada teroris hari ini yang lagi melaksanakan pembunuhan di tempat lain, misalnya di Afrika?,” tuturnya dalam pertemuan itu. ” Ini merupakan persoalan yang aku mau seorang menjawabnya.”

Tadinya, Paus Fransiskus sempat mengatakan kalau produsen senjata serta orang dagang orang wajib bertanggung jawab pada Tuhan sesuatu hari esok. Baginya, ia merasa terdorong buat melaksanakan kunjungan ke Irak. Vatikan meresmikan keamanan sangat kencang yang sempat terdapat buat ekspedisi kepausan ini.

Paus melukiskan pertemuannya dengan Ayatollah Ali al- Sistani pada Sabtu di kota bersih Najaf, selaku pengalaman yang” tidak terabaikan”. Bersama salah satu figur sangat mempengaruhi dalam Islam Syiah, bagus di Irak ataupun di luar itu, Paus melantamkan perkerabatan di semua bumi.

Baca juga : Prinsip Dan Tujuan Hidup Kristen Terpadu

Komunitas Katolik Irak, salah satu yang tertua di bumi. Jumlahnya turun jadi dekat 300. 000 dari dekat 1, 5 juta saat sebelum agresi AS serta kekerasan agresif Islam yang mengikutinya.

Sebagian jam sehabis paus berangkat pada Senin( 8 atau 3 atau 2021), Kesatu Menteri Irak Mustafa al- Kadhimi menekan golongan politik yang bersaing memakai perbincangan buat menuntaskan perbandingan mereka. Tahap itu baginya hendak memantulkan” cinta serta keterbukaan” yang ditunjukkan oleh Paus.

Banyak orang di Irak berambisi, kunjungan kepausan hendak memperoleh lebih banyak sokongan global untuk penguasa Kadhimi. Kadhimi semenjak berprofesi pada Mei 2020 sudah berupaya dikendalikan serta mengekang golongan wajib militer yang dibantu Iran. Dengan ini, pertemuan itu diharap darurat sensitif bisa lekas di tangani.

 

Paus Fransiskus Berterus terang Bisa Ajaran Saat sebelum Pergi ke Irak

Paus Fransiskus pada Senin( 8 atau 3 atau 2021) berterus terang bisa ajaran saat sebelum menyudahi kunjungan kepausan awal ke Irak. Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak luang dikhawatirkan sebab gelombang kedua virus corona di situ, serta resiko keamanan.

Beliau berkata, sehabis banyak berharap dirinya memperoleh agama kalau Tuhan hendak melindungi banyak orang Irak yang bisa jadi terhampar Covid- 19. ” Aku banyak berharap mengenai ini. Serta pada kesimpulannya, aku mengutip ketetapan tanpa bobot,” tutur paus berumur 84 tahun itu, diambil dari Associated Press( AP).

“( Ketetapan) itu tiba dari dalam batin. Aku mengatakan, Ia( Tuhan) yang membuat aku menyudahi semacam ini hendak melindungi banyak orang.” ” Aku mengutip ketetapan dengan metode ini, namun sehabis berharap serta mengenali resikonya,” lanjut Paus Fransiskus.

Kunjungan kepausan awal di Irak ini selesai pada Senin( 8 atau 3 atau 2021), sehabis berjalan 4 hari semenjak Jumat( 5 atau 3 atau 2021). Di tiap tempat yang dikunjunginya di Irak, Paus Fransiskus menekan masyarakat buat menjunjung keanekaan.

Beliau mengawalinya dari selatan dengan berjumpa malim Syiah Ayatollah Ali Sistani, kemudian ke Niniwe di utara untuk bertatap wajah dengan para pemeluk Kristiani korban aniaya ISIS. Di tempat- tempat yang dikunjunginya Paus Fransiskus berjumpa dengan banyak orang yang tidak mengenakan masker serta tidak melindungi jarak.

Sementara itu, administratur gereja Vatikan serta Irak telah berkomitmen hendak mempraktikkan aturan kesehatan Covid- 19. Paus Fransiskus, para deputi Vatikan, serta alat peliput ekspedisi sudah divaksinasi, namun beberapa besar masyarakat Irak belum.

Ahli penyakit meluas mempersoalkan ketetapan ekspedisi sejenis itu, mengenang kasus- kasus terkini virus corona di Irak dipicu oleh versi terkini dari Inggris. Covid- 19 di Irak meningkat 4. 068 permasalahan pada Sabtu( 6 atau 3 atau 2021), naik ekstrem dari tingkatan peradangan pada dini tahun. Dengan cara keseluruhan telah 13. 500 korban tewas corona di Irak dari 720. 000 permasalahan yang dikabarkan.

 

Titel Ekaristi Terakhir di Irak Saat sebelum Kembali, Ini Perkataan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mengadakan ekaristi terakhir di Irak, saat sebelum dijadwalkan kembali ke Vatikan. Pada ribuan pemeluk yang memenuhi Stadion Franso Hariri di Erbil, Paus mengatakan ia hendak senantiasa mengenang Irak. ” Irak hendak senantiasa aku melamun, di batin ini,” tutur ia diakhiri dengan perkataan damai, damai, damai( rukun, rukun, rukun).

Saat sebelum ke Erbil, Paus Fransiskus bertamu ke Mosul, kota berumur yang sempat jadi markas golongan ISIS. Menumpang helikopter, ia disambut oleh gerombolan di kota yang saat ini cuma ditempati sedikit pemeluk Katolik. Ribuan Kristiani mengungsi dari Mosul ekor pendudukan ISIS, yang menganiaya, menewaskan, ataupun mendesakkan fiskal.

Dikala tiba ke posisi kegiatan, Sri Paus menyudahi di depan reruntuhan basilika ataupun rumah, serta mengheningkan membuat. Ia setelah itu mengetuai berkah di alun- alun gereja, yang saat ini jadi puing- puing dikala ISIS memahami wilayah itu pada 2014. Pada massa di Mosul, Paus mengantarkan kesedihan sebab Irak yang jadi salah satu tempat lahirnya peradaban terserang serangan sedemikian itu biadab.

” Tempat ibadah kuno dihancurkan serta ribuan orang, Katolik, Mukmin, Yazidi, dengan cara menuntut dibunuh ataupun mengungsi,” ucap ia. Paus Fransiskus Menyumpahi Ekstremisme selaku Pengkhianatan kepada Agama. Atasan Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus dengan cara jelas mempersoalkan ekstremisme dikala mendatangi Ur, pada Sabtu( 6 atau 3 atau 2021).

Kota Irak kuno ini dipercayai selaku tempat kelahiran Abraham, kakek moyang bersama untuk pemeluk Ibrani, Katolik, serta Mukmin. Paus Fransiskus mempersoalkan ekstremisme selaku” pengkhianatan kepada agama,” pada hari kedua dari kunjungan kepausan awal ke Irak. Berdialog dalam pertemuan atasan antaragama, Paus Fransiskus menyumpahi kekerasan yang sudah menyerang Irak sebagian tahun terakhir. Beliau pula melantamkan pertemanan serta kegiatan serupa dampingi agama.

” Seluruh komunitas etnik serta agama sudah mengidap. Dengan cara spesial, aku mau mengatakan komunitas Yazidi, yang sudah berkabung atas kematian banyak laki- laki serta melihat ribuan perempuan, anak wanita serta kanak- kanak diculik, dijual selaku budak, hadapi kekerasan raga serta alterasi menuntut,” tutur Paus Roma ke- 266 itu mengutip CNN pada Sabtu( 6 atau 3 atau 2021). Paus Fransiskus pula menyanjung usaha penyembuhan di Irak Utara, di mana teroris ISIS memusnahkan web memiliki, gereja, asrama, serta tempat ibadah yang lain.

” Aku mempertimbangkan sukarelawan belia Mukmin di Mosul, yang menolong membenarkan gereja serta asrama. Mereka telah membuat pertemanan perkerabatan di atas puing- puing dendam. Pula banyak orang Katolik serta Mukmin yang dikala ini bersama- sama memperbaiki langgar serta gereja,” tuturnya. Ceramah yang melantamkan kegiatan serupa dampingi agama itu di informasikan cuma sebagian jam sehabis Paus melangsungkan pertemuan memiliki dengan malim Mukmin Syiah yang dihormati, Ayatollah Ali al- Sistani di kota bersih Najaf.

Pertemuan Paus dengan al- Sistani yang berumur 90 tahun berjalan sepanjang 45 menit. Malim Mukmin Syiah itu tidak sering timbul di depan biasa. Pertemuan keduanya menggantikan salah satu pertemuan pucuk terutama, antara seseorang Paus serta seseorang figur Mukmin Syiah terkenal dalam sebagian tahun terakhir.

 

Berakhir Kunjungan di Irak, Paus Fransiskus Kembali ke Vatikan

Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan kepausan pertamanya di Irak pada Senin( 8 atau 3 atau 2021). Kunjungan ini berjalan tanpa hambatan, walaupun terdapat kebingungan mengenai aspek keamanan serta gelombang kedua virus corona di negeri itu. Paus berumur 84 tahun itu menempuh jarak lebih dari 1. 400 km di Irak. Beliau membakar komunitas Kristiani yang populasinya terus menjadi menyusut di Irak, serta menjalakan kedekatan pada Mukmin Syiah dengan berjumpa malim terkenal Ayatollah Ali Sistani.

” Dalam waktuku di antara kamu, aku mengikuti suara kesedihan serta kehabisan, namun pula suara impian serta penghiburan,” ucap Paus Fransiskus pada Minggu( 7 atau 3 atau 2021) menutup kegiatan khalayak terakhirnya. ” Saat ini waktunya telah dekat untuk aku buat kembali ke Roma. Tetapi, Irak hendak senantiasa bersamaku, di hatiku,” lanjutnya diambil dari AFP.

Sepanjang 3 hari penuh di Irak, paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu mengetuai lebih dari 6 kebaktian di jumlah kota dekat itu, serta kesekian kali membangkitkan impian dan perkerabatan. Tadinya di Baghdad pada Jumat( 5 atau 3 atau 2021) beliau melantamkan diakhirinya kekerasan serta ekstremisme, pula menekan para administratur buat melakukan lebih banyak untuk melawan penggelapan.

Paus Fransiskus mengatakan minoritas Yazidi selaku korban tidak bersalah dari kekejaman kasar serta tidak masuk ide, sehabis ISIS melancarkan serbuan ke mereka pada 2014. Ia pula berjumpa dengan badan minoritas yang lain dalam seremoni antaragama di Ur, tempat Rasul Ibrahim dipercayai dilahirkan. Pada Sabtu( 6 atau 3 atau 2021) Paus Fransiskus berjumpa dengan Sistani yang amat tertutup namun sosoknya dihormati masyarakat.

Paus mengantarkan, pemeluk Kristiani di Irak mempunyai hak buat lalu hidup rukun. Setelah itu pada hari terakhirnya Minggu( 7 atau 3 atau 2021), Paus berikan desakan akhlak buat banyak orang Kristiani yang mengidap guncangan. Disebutnya, evakuasi pemeluk Katolik tidak cuma mudarat dengan cara orang serta komunitas yang berhubungan, namun pula warga yang dibiarkan.

Please follow and like us: