Mengupas Fakta-Fakta yang Terjadi Di Hari Kaum Muda Sedunia 2011 di Madrid Spanyol – Setiap umat beragama di seluruh dunia memiliki perayaan khusus dalam agamanya. Tidak jarang, perayaan tersebut berlangsung secara besar-besaran dan menarik perhatian banyak orang. Perayaan tersebut juga berdampak bagi sosial dan ekonomi negara yang melakukan perayaan tersebut.

Salah satu perayaan umat beragama yakni Hari Kaum Muda Sedunia. Perayaan tersebut menjadi acara besar bagi umat Katolik. Hari Kaum Muda Sedunia sudah dilakukan di beberapa negara, salah satunya di Madrid Spanyol.

Sejarah Singkat Hari Kaum Muda Sedunia

Hari Kaum Muda Sedunia menjadi acara besar umat katolik yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Acara keagamaan tersebut, menjadi program pendidikan bagi kaum muda untuk mendapatkan pembinaan rohani.

Pertama kali dicetuskan pada tahun 1986. Paus Yohanes Paulus II ditunjuk oleh Youth Jubilee untuk menetapkan acara besar tersebut. Youth Jubilee sendiri merupakan sebuah pertemuan antara kaum muda katolik dan paus yang dilaksanakan pada akhir tahun 1983.

Adapun tujuan dari acara besar tersebut adalah untuk mendidik spiritualitas kaum muda katolik. Selain itu, acara ini juga dibuat untuk melestarikan tradisi.
Hal yang menarik dari acara ini adalah tuan rumah pelaksanaan acara selalu berbeda. Jadi, setiap tiga tahun, acara Hari Kaum Muda Sedunia akan dilakukan di negara yang berbeda. Hari Kaum Muda Sedunia biasa juga disebut dengan WYD atau World Youth Day.

Hari Kaum Muda Sedunia 2011

Pada tahun 2011, perayaan Hari Kaum Muda Sedunia dilaksanakan di Madrid Spanyol. Perayaan besar umat katolik ini berlangsung selama 6 hari yakni pada 16 hingga 21 Agustus 2011. Di tahun tersebut, Spanyol sudah dua kali menjadi tuan rumah acara besar ini.

Pertama kali Spanyol menjadi tuan rumah acara WYD yakni pada tahun 1989. Acara dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 20 Agustus 1989. Pada saat itu, acara berlokasi di Santiago de Compostela.

Rangkaian acara dilakukan mulai dari pengajaran iman, pelaksanaan doa bersama dan meditasi hingga ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Selain itu, juga terdapat acara tentang budaya dan seni. Pelaksanaan acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh rasa persaudaraan.

Kaum muda katolik dari seluruh dunia juga ikut memeriahkan perayaan besar tersebut. Bahkan, pelaksanaan acara tidak hanya dilakukan secara offline di lokasi acara, tetapi juga disiarkan melalui youtube WYD 2011.

Mengupas Fakta-Fakta yang Terjadi Di Hari Kaum Muda Sedunia 2011 di Madrid Spanyol

 

Berbagai fakta lainnya ikut menjadi tanda keberhasilan perayaan besar tersebut. Berikut ini terdapat beberapa fakta tersembunyi dari Hari Kaum Muda Sedunia 2011 di Madrid, Spanyol.

1. Biaya Perayaan WYD 2011
Pada umumnya, perayaan WYD dibiayai oleh pajak dan pihak swasta. Untuk pelaksanaan acara dalam lingkungan lokal, regional atau nasional, WYD akan dibiayai oleh pajak.

Sebagian pembiayaan lainnya ditanggung oleh sektor swasta. Salah satu pihak swasta yan membiayai acara besar tersebut adalah Santander Bank.

2. Aksi Demonstrasi Mengkritik WYD 2011
Perayaan Hari Kaum Muda Sedunia 2011 adalah perayaan yang ke-26. Meski perayaan ini disambut antusias oleh kaum muda katolik, ternyata terdapat beberapa kelompok yang melakukan aksi demo untuk mengkritik acara besar tersebut.

Orang-orang yang tergabung dalam kelompok anti katolik, anti paus, para kaum atheis dan sekularist, dikabarkan melakukan aksi demo. Pada tanggal 17 hingga 18 Agustus 2011, kelompok itu melakukan demo dengan mengkritik WYD sebagai beban negara Spanyol.

Para demonstran juga menyatakan pendapatnya yang berbunyi bahwa, negara Spanyol bukan negara agama, melainkan negara sekuler. Aksi demo juga dilatarbelakangi oleh pembiayaan WYD yang dianggap menggunakan pajak dan membebani negara.

Selain itu, keadaan negara dan dunia yang pada masa itu sedang mengalami krisis ekonomi, menjadi alasan lain para demonstran melakukan aksinya. Aksi demo ini juga disiarkan melalui media masa beriringan dengan berita perayaan WYD 2011.

3. Keuntungan dari Perayaan WYD 2011
Perayaan Hari Kaum Muda Sedunia 2011 memiliki slogan yang berbunyi, efisiensi, transparansi dan penghematan. Slogan ini seakan membantah kritik dan aksi demo yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat.

Fernando Gimenez Barriocanal yang menjabat sebagai direktur keuangan acara WYD 2011 saat itu menyatakan bahwa, pelaksanaan WYD tidak akan membebani negara. Acara tersebut malah dianggap telah meningkatkan ekonomi masyarakat.

Bahkan, melalui acara tersebut Spanyol memperoleh keuntungan hingga 100 juta Euro. Dan menurut Fernando, biaya acara tidak ditanggung oleh pajak, melainkan ditanggung oleh para peserta acara dan sponsor serta donator acara.

Menanggapi kritik terhadap isu krisis ekonomi, Fernando juga mengatakan bahwa WYD memberikan keuntungan. Adanya kaum muda yang datang dari luar Spanyol menjadi salah satu pemasukan.
Keuntungan juga didapat oleh masyarakat yang memiliki bisnis restoran dan penginapan, Hal ini berkaitan dengan banyaknya orang yang berkunjung ke Spanyol selama rangkaian acara WYD berlangsung.

4. Para Kontributor Perayaan WYD 2011
Kesuksesan perayaan Hari Kaum Muda Sedunia 2011 di Madrid terjadi karena kontribusi dari berbagai pihak. Tidak hanya peserta dan donatur, acara ini juga berhasil dipenuhi oleh para relawan.

Tercatat sekitar 1 juta kaum muda katolik datang dari berbagai penjuru dunia untuk merayakan WYD 2011. Selain itu, youtube WYD 2011 mencatat ada 1,2 juta penonton yang menyaksikan rangkaian acara tersebut.
Tidak hanya itu, terdapat relawan yang bekerja membantu panitia dan berjumlah 30.000 orang. Relawan yang datang tidak hanya berasal dari Spanyol, tetapi juga berasal dari berbagai negara.

Terdapat 2.000 kaum muda yang berasal dari negara tidak mampu mengikuti acara tersebut. Kaum muda ini dibiayai oleh dana solidaritas. Sekitar 700 anggota paduan suara juga mengisi acara ini. Dan sekitar 150 tim menjadi relawan untuk membantu bagian kesehatan.

Setiap agama memiliki perayaan besar yang selalu dilaksanakan untuk meningkatkan keimanan dan tali persaudaraan. Kesuksesan acara tersebut selalu dibumbui oleh kritik dari berbagai pihak. Namun, cara yang paling tepat adalah menghormati perayaan setiap agama untuk meningkatkan toleransi.

Please follow and like us: